FIERCE GETAWAY : JOGJA TRIP (Part 1)

Desember 12, 2018


YES, Finally We made it !!! Setelah sekian purnama akhirnya terealisasi juga making  trip to Jogja. Jalan-jalan kali ini masih seperti biasa, via darat (mobil). Cuma, yang bikin agak berbeda adalah  untuk pertama kalinya kami nge-trip dengan jarak lebih dari 628km (Surabaya - Jogja) dan cuma bertiga. Capek sih, tapi memorable banget. Perjalanan kita waktu itu dari surabaya ke jogja kurang lebih 4 jam (via tol Madiun - Solo), berangkat sekitar pukul 21.30 dan masuk jogja bagian klaten sekitar pukul 02.45. Kecepatan konstan, kisaran 80-140 km/jam. Kenapa lama, karena banyak berhenti-berhentinya. Berhubung aku single fighter tanpa pemain cadangan, ya kita alon alon saja asal kelakon. Kami di Jogja kurang lebih 3 hari. Terhitung dari Jumat shubuh sampai Minggu malam. Nah, kebetulan si mbak planner (colek cah asli jogja, Nina) sudah merencanakan destinasi yang didatengin lumayan banyak termasuk kulinernya, so postingan tentang Jogja bakal dibagi jadi 2 part ya.

Day 1:
Oficially sampe di Jogja Kota, Tugu pas banget sama adzan shubuh, karena kita baru bisa check in penginapan jam 11an alhasil kita berlagak akamsi dulu, nongkrong di Pasar Kranggan sambil mantengin para pedagang yang lagi siap-siap plus nungguin warung makanan buka disitu karena asli laper banget. Ibu ketua panitia lagi keroncongan nih hehe

Selama di Jogja kita nginep di Pondok Jati Rasa yang kita pesan lewat airbnb atau kita lebih suka nyebutnya 'Rumah Eyang Bernie'. Tempatnya beneran se-homey itu. Lokasinya di sekitaran kampus UGM dan tarifnya 215.000/malam. Penginapan ini nyaman banget dan menurutku pribadi more than worth it buat harga segitu. Apalagi bisa ditanggung bertiga, jadi jatuhnya lumayan lah. Dapet sarapan (bisa milih roti atau nasi goreng), kamar ber AC, 2 bed atas bawah, kamar mandi dalem + water heater, dan ada balkonnya. Kebetulan seluruh kamar yang disewakan ada di lantai 2 karena lantai 1 dikhususkan untuk host atau si empunya rumah. Pondok Jati Rasa ini punya jam malam sekitar jam 10, tapi tenang aja kalau mau main lebih dari jam tersebut. Bisa menginfokan yang punya rumah terlebih dahulu dan gak masalah sama sekali. Penampakan rumahnya kurang lebih kayak gini

Mengingat jadwal lumayan padat untuk rangkaian trip yang sudah disodorkan oleh ibu ketua panitia *Nina, jangan harap setelah ini kita diizinkan leha leha dikasur haha, tentu tidak. Sedikit di-push halus untuk serba sigap. Selesai masuk-masukin barang bawaan ke dalam kamar, kayak otomatis ter-setting buat langsung bersih-bersih + dandan cantik, lalu lanjut tancap gas ke Candi Ratu Boko. Posisinya di jalan arah ke Prambanan. Wajib diingat-ingat, tiket masuknya 40.000 sebelum jam 3 sore. Kalau sudah lebih dari jam tersebut harganya bakal berubah jadi tiket sunset 100.000. Waktu datang sih agak berasa aneh, karena aku pikir ini semacam kawasan percandian Borobudur atau Prambanan gitu, tapi ternyata justru lebih kayak halaman awal komplek percandiannya. Meskipun memang sebenarnya yang ditonjolkan di tempat ini tuh pesona sunsetnya yang katanya aduhai, tapi sayang pas sampai sana cuaca sama sekali tidak mendukung hadirnya sunset. Another tips, kalau mau kesini mending di hari biasa, sepertinya bakal lebih menyenangkan buat foto-foto. Berhubung kami dateng pas weekend, alhasil spot fotonya berebut sama pengunjung lain. 

Day 2:
Kekesalan di hari pertama mari kita balaskan di hari selanjutnya. Day-2, keajaiban muncul untuk kami sekte pantang bangun sebelum siang hehe. Demi mengejar momen photoshoot terbaik di Taman Bunga Resoinangun daerah Bantul yang jaraknya kurang lebih 45-60 menit dari penginapan, mau gak mau kita harus berangkat sesiang-siangnya jam 6 pagi. Menghindari panas dan juga rame nya tempat. Sebenernya, di sana ada beberapa jenis bunga, namun lagi lagi sedihnya sepanjang jalan, pagi kami yang cerah mendadak berubah sendu ditemani gemericik hujan yang berujung dengan banyaknya  tanaman yang layu. Jadi spot menarik cuma tinggal bagian bunga matahari saja. Padahal sebenernya, tatanan taman ini paling rapi dan bagus dibandingkan sekitarnya. 

Kesekian kalinya ekspektasi dipermainkan realita, jangan berharap tempatnya bakalan gede banget dan gimana gimana ya, karena ya lahannya memang cukup terbatas. Untuk tiket masuknya cukup 15.000 aja, itu sudah include sama biaya masuk kawasan wisatan Bantul dan taman bunganya. Kalau mau foto ala ala juga disediakan topi, tapi dibalikin ya jangan digondol pulang. Konon katanya, tempat ini cuma dibuka saat libur akhir tahun aja, jadi pastikan waktu dan moment nya pas.  

Masih di hari yang sama, kita tetapkan hati untuk move on dari kesal yang sebelum-sebelumnya. Berlanjut ke  Museum Affandi. Sebagai fanatik museum, jelas gak bisa melewatkan yang ini. FYI! Beliau adalah salah satu maestro seni Indonesia di bidang melukis, atau kalau pengen tau lebih detailnya bisa googling aja ya. Museum ini dibangun di rumah beliau dulu, bahkan makam beliau, kamar, dan tempat beliau beristirahat juga ada di area museum. Banyak hal yang bisa didapat dari tour museum ini. Tidak hanya tentang perjalanan lukisan beliau yang inspiratif, tapi juga cerita dari setiap lukisan yang beliau buat. Bagi Bp Affandi, melukis adalah kebutuhan untuk batinnya. Sama seperti makanan sebagai kebutuhan primer kehidupan, melukispun memiliki kedudukan yang sama. Bahkan bisa melebihi itu. Untuk masuk ke museum ini dikenakan tiket 25.000 (free minum atau ice cream) dan additional fee 30.000 kalau bawa kamera DSLR atau mirrorless dan semacamnya

Next.. tiba juga di tujuan ter- gak sabar buat kita datengin. RAMINTEN CABARET SHOW. Ini sih pecah parah. 5 tahun belakangan, show ini jadi happening banget. Karena mungkin pertunjukannya yang sangat entertaining, jadi buat dapet tiketnya aja harus berebut dan agak perjuangan. Tiket reguler hanya ada dibuka pukul 17.30 di hari Jumat dan Sabtu, sedangkan show nya akan dimulai sekitar pukul 19.00. Susah sih buat dideskripsikan gimana serunya, kalau penasaran mending langsung cus nonton deh. Show nya sekitar 1 jam lebih dikit, dan performer nya dari artis artis 'internasionale' . Sampai saat ini sih, aku belum ada nyesel-nyeselnya udah nonton ini dan bisa sing along sepanjang show (meskipun gak semua lagu dihapal). Harga tiketnya 50.000 (reguler) tapi duduknya harus agak berebut atau kalau telat ya terpaksa relakan diri buat berdiri dan gak bisa milih spot. Kalau mau yang agak enakan sekaligus dapet makan snack dan handai taulannya bisa beli tiket VIP seharga 115.000. Tempat duduknya juga pasti beda, kelas yang ini dapat spot di depan (deket panggung) dan bisa reservasi jauh jauh hari tanpa antri sekaligus interaksi lebih dekat sama para performer. Saran dari aku sih, kalau memang ada niat buat makan disana, mending sekalian ambil yang VIP. Karena dengan harga segitu worth it juga kok. Tapi kalau sekedar pengen liat show nya aja ya mending yang reguler. Here are go beberapa cuplikan keseruan raminten cabaret show 

Selepas show, kita dikasih kesempatan buat foto sama beberapa talent nya di lantai bawah

Day 3:
Selepas lelah efek dari crazy vibes semalamnya, hari ketiga nih jalan jalannya rada santai sekalian jalan pulang juga. Museum Ulen Sentalun jadi destinasi wisata terakhir. Museum ini milik pribadi Bapak Haryono yang di dalamnya berisikan koleksi foto, lukisan, arca, dan peninggalan serta sejarah kesenian Yogyakarta dan Solo. Tapi sayangnya, karena kebanyakn barang yang dipajang disini merupakan titipan dari para kolektor dan koleksi pribadi, jado gak boleh sembarangan berfoto di area inti museum. Dengan tiket 40.000 sebenarnya sepadan dengan yang didapatkan, ditambah lagi kita juga bakal didampingi sama tour guide selama berkeliling museum. Cuma sayangnya, waktu yang diberikan terbatas, lumayan sebentar untuk per ruangan yang didatangi. Sekitar 10 menit per ruangannya. Alhasil, cerita yang disampaikan dan apa yang kita liat juga belum sepenuhnya puas. Tapi dari segi arsitektur dan suasana bangunannya enak banget, adem. Di tengah tengah tour kita bakal dikasih semacam complimentary, wedang yang katanya bisa bikin awet muda 10 tahun. Lumayan kan hemat ongkos botox :P

Nah itu tadi beberapa tempat di Jogja yang sudah kita datengin kemarin, siapa tau bisa jadi referensi buat temen-temen yang berencana ke Jogja tapi gak pengen dateng ke tempat yang itu lagi itu lagi. Kalau ada yang penasaran "terus kulinernya yang wajib apa aja?" tunggu di part 2 ya... 

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe